Senin, 05 Januari 2015

Satu Tahun di Kota Blitar

Perjalanan di mulai dari Malang 31 Desember 2014 pukul 05.00 di POM bensin sutami. Berangkat pukul 06.00 karena cuaca yang tidak mendukung.
Tujuan pertama kami adalah pantai pangi di daerah pesisir kota Blitar. Pantai ini terletak tidak jauh dari kota Blitar. Pelang belum banyak terjamah oleh pengunjung. Jika berkunjung ke pantai ini, pengunjung harus menyiapkan tenaga sedikit lebih banyak dari biasanya karena harus berjalan agak jauh dan melewati jalan agak curam serta menyeberangi sungai yang airnya tawar. Tapi nggk usah takut, arus di sungai ini memiliki arus yang tenang.
Saat itu sekitar jam 11.00 belum banyak pengunjung yang datang sehingga kami bisa menikmati pemandangan sepuasnya, berfoto-foto hingga bermain air dan pasir.

Puas bermain, kami kembali ke tempat parkir untuk membersihkan diri serta mengisi perut yang masih kosong. Toilet dan makanan disini pun tidak membuat kantong terkuras. Harganya memiliki tarif biasa dan bisa membuat perut kenyang.
Tujuan kedua adalah rumah teman kami Rohman. Jarak tempuh dari pantai ke rumah Rohman kira-kira 45 menit. Lumayan jauh, tapi kalau di buat senang gak kerasa kok. Apalagi bisa selip kanan selip kiri bareng temen-temen.
Sampai di rumah Rohman, semua sinyal hilang seketika. Namum kami bisa mengisi waktu dengan bermain karambol dan beristirahat dengan tiduran dan merebahkan badan untuk mengembalikan tenaga yang sudah terkuras di pantai. Tidak lama kemudian, bermacam makanan keluar. Katanya panenan sendiri. Ada pisang, mangga, salak dll dan segala macam buah disuguhkan kepada kami. Benar-benar di kawasan subur karena lokasi rumah Rohman berada di kaki gunung kelud yang meletus beberapa waktu yang lalu.
Rohman juga mengajak kami untuk melihat sungai yang dilewati lahar dingin yang menjadikan tanah disekitarnya subur. Kami harus melewati jalanan yang bergunduk serta di daerah hutan untuk bisa sampai di daerah lahar dingin.

Bagaikan menaiki jet coaster yang ada di lingkungan hutan. Kanan dan kiri adalah hutan karet. Untungnya akses jalan bisa dilalui oleh sepeda motor. Cek dahulu kendaraan sebelum menuju bendungan lahar dingin ini agar aman dan nyaman di perjalanan nanti.
Hati-hati sebelum menuju daerah ini karena masih dalam kawasan hutan. Bawalah benda tajam untuk melindungi diri dari hewan buas atau yang lainnya. Jangan lupa bawa juga obat-obat ringan misalnya minyak kayu putih atau betadine.
Sampai atas kalian akan berjumpa dengan suatu rumah yang seadanya yang tidak memiliki dinding yang kuat. Ada anak kecil yang bermain sendirian. Mungkin orang tuanya sedang mencari makanan atau kebutuhan yang lain. Kalau menurut Rohman penghuni rumah tersebut adalah orang NTT.
Setelah puas bermain di malam hari, kami menuju Alun-alun Kota Blitar untuk menikmati pergantian malam tahun baru. Suasana padat dan macet. Susah juga untuk mencari parkiran. Namun pada akhirnya kami bisa menikmati keindahan kembang api yang dinyalakan selama 1 jam oleh pemkot. Banyak harapan dan doa yang kami panjatkan malam itu di pergantian malam yang meriah itu. Sekitar pukul 02.00 kami kembali ke rumah Rohman untuk beristirahat.
Pagi hari dilanjutkan ke kampung coklat. Sayangnya, pada saat tahun baru sehingga banyak pengunjung yang datang hingga tidak ada tempat parkir. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja.
Sungguh pengalaman yang sangat berarti. Terimakasih untuk Rohman dan Keluarga :D. Maaf sangat merepotkan :D.
Terimakasih keluarga ELKA 2011 :D